Bharada E dalam Skenario Sambo dan Bohongi Kapolri

Kamis, 01 Desember 2022 – 10:13 WIB
Bharada E dalam Skenario Sambo dan Bohongi Kapolri - JPNN.com NTB
Terdakwa perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (18/10). Foto: Ricardo/JPNN.com

ntb.jpnn.com, JAKARTA SELATAN - Pengakuan terbaru dari Bharada Richard Eliezer atau E dalam sidang lanjutan pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tak disangka-sangka.

Bharada E mengaku sempat membohongi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Demikian kesaksiannya dalam persidangan bagi terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Polisi yang berasal dari tamtama itu membohongi orang nomor satu di Korps Bhayangkara ketika disuruh menjelaskan insiden kematian Brigadir J di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.

Richard mengatakan sebelum masuk ke ruangan Kapolri, dia sempat bertemu mantan atasannya Ferdy Sambo.

"Pada saat saya bertemu Kapolri yang pertama itu ada Pak FS di depan (ruangan, red)," kata Richard di ruang sidang.

Ferdy Sambo yang kala itu masih menjabat Kadiv Propam Polri dan berpangkat jenderal bintang dua meminta Richard agar berkata tidak jujur alias mengikuti skenarionya saat ditanya Kapolri Jenderal Listyo.

"Dia (Ferdy Sambo, red) peluk, dia bilang 'kau jelaskan sesuai skenario itu'. Jadi, saya sempat berbohong kepada Pak Kapolri," ujar Richard.

Bharada E membuat pengakuan bahwa dirinya berbohong kepada Kapolri dan mengikuti skenario Sambo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com NTB di Google News