192 Peserta Seleksi Magang ke Jepang, 2 Modal Ini Penting
Selain mendapatkan ilmu dan pengalaman kerja untuk membentuk SDM kompeten profesional, selama proses pemagangan, pemerintah Jepang juga memberikan uang saku dan modal usaha.
Sehingga sangat membantu dari sisi biaya.
Sebab itu, ia berharap kepada seluruh peserta untuk senantiasa menjaga nama baik dengan menunjukkan disiplin dan etika yang baik selama di Jepang.
Sementara itu, Direktur Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kemnaker RI yang diwakili oleh Sub Koordinator Pemagangan RI, Beni Binarwan mengatakan sejak bulan Maret 2022 sampai sekarang, pemerintah telah memberangkatkan 6 angkatan atau sekitar 969 orang dengan jumlah perusahaan 999 untuk program magang ke Jepang.
Beni menjelaskan jika tidak ada yang lolos di seleksi Tahun 2022 ini bisa mengikuti program seleknas di Bekasi, Makassar dan kota lainnya.
Persyaratan untuk seleksi magang Jepang agak ketat dan tidak ada toleransi sama sekali.
"Pemerintah berharap rekrutmen di NTB semuanya bisa lolos. Kemarin sudah dilaksanakan "try out" dan hasilnya maksimal," kata Beni.
Ia mengatakan Kemnaker RI selalu berupaya meningkatkan jumlah peserta ke Jepang, karena pemerintah Jepang sangat membutuhkan tenaga kerja. Selain kebutuhan tenaga kerja yang sangat tinggi, tujuan pemagangan Jepang ini dapat menambah wawasan dan keterampilan di Negeri Sakura tersebut.
Sebanyak 192 peserta mengikuti seleksi program magang ke Jepang, 2 modal dasar uni sangat penting
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com NTB di Google News