Krisis Pangan, Rachmat Hidayat: Harus Berani Diversifikasi

Kamis, 17 November 2022 – 16:13 WIB
Krisis Pangan, Rachmat Hidayat: Harus Berani Diversifikasi - JPNN.com NTB
Sosialisasi Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat Empat Pilar Kebangsaan di Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Rabu (16/11). Foto: PDIP NTB for Jpnn.com

ntb.jpnn.com, LOMBOK - Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat kembali melakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pulau Lombok. 

Sosialisasi tersebut dibarengi dengan mendorong masyarakat di Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat untuk menggalakkan gerakan diversifikasi di tengah krisis pangan yang sedang mengancam dunia.

Selain itu, Rachmat juga mengajak masyarakat menumbuhkan pemahaman terhadap Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara.

"Diversifikasi pangan itu merupakan salah satu upaya memperkuat ketahanan bangsa dan negara kita," kata Rachmat, Rabu (16/11). 

Politisi Partai Banteng itu juga menekankan, isu krisis pangan ini telah terjadi di belahan bumi utara, seperti Inggris dan Prancis, harus menjadi momentum bagi bangsa dan rakyat Indonesia untuk berbenah. 

"Khususnya mulai berani mendiversifikasi pangan pokok (beras) dengan berbagai pangan alternatif seperti umbi-umbian, talas, sagu, maupun tanaman khas tradisional endemik Indonesia," ucapnya. 

Rachmat mengungkapkan, PDI Perjuangan sudah sejak bertahun-tahun sebelumnya mengingatkan agar masyarakat mulai mengonversi pola makanan dengan pangan alternatif yang mengandung karbohidrat selain beras. 

"Itu untuk memperkuat sektor ketahanan pangan bangsa dan rakyat agar terbiasa dan membiasakan diri mengonsumsi umbi-umbian," ungkapnya. 

Rachmat mengajak masyarakat untuk memberanikan diri melakukan diversifikasi sebagai jalan keluar dari krisis pangan
Facebook JPNN.com NTB Twitter JPNN.com NTB Pinterest JPNN.com NTB Linkedin JPNN.com NTB Flipboard JPNN.com NTB Line JPNN.com NTB JPNN.com NTB

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com NTB di Google News

TERPOPULER

PERIODE:   6 JAM 12 JAM 1 HARI 1 MINGGU

Maaf, saat ini data tidak tersedia