Pak Ogah Harus Cari Pekerjaan Lain, Berikut Alasannya

Selasa, 22 November 2022 – 09:21 WIB
Pak Ogah Harus Cari Pekerjaan Lain, Berikut Alasannya - JPNN.com NTB
Ilustrasi: Terlihat aktivitas "pak ogah" (berdiri di tengah jalan) mengatur lalu lintas di simpang Kampus Muhammadiyah, Pagesangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Foto: ANTARA/Nirkomala)

ntb.jpnn.com, MATARAM - Pak Ogah diimbau untuk bekerja pada sektor lain yang lebih aman demi keselamatan.

Pak Ogah selama ini berinisiatif mengatur lalu lintas dengan imbalan uang.

"Kami melarang 'pak ogah' beroperasi, itu demi keselamatan pengguna jalan dan 'pak ogah' itu sendiri. Apalagi, mereka merupakan penyandang disabilitas," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram M Saleh, Senin (21/11).

Pernyataan itu disampaikan Saleh menyikapi masih adanya aktivitas "pak ogah" di sejumlah persimpangan Kota Mataram, kendati sudah beberapa kali dilakukan penertiban bersama Dinas Sosial karena terkait dengan indikasi "pak ogah" yang penyandang disabilitas tuna rungu dan wicara, sehingga masuk kategori penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Menurutnya, penertiban keberadaan "pak ogah" di sejumlah titik persimpangan di kota itu karena mereka dinilai tidak memiliki kompetensi dan kualifikasi dalam mengatur lalu lintas.

"Kami sudah sering kali menerima laporan mereka menyetop mobil dump truck dan ambulans yang melintas," kata Saleh.

Sementara, dalam aturannya, kata Saleh, seorang petugas pengatur lalu lintas harus sehat fisik dan mental, punya keterampilan dan pengetahuan khusus di bidangnya.

"Jadi kami tidak mungkin tempatkan petugas difabel di jalan karena itu bisa membahayakan diri sendiri, serta pengguna jalan lainnya. Karena itu, kita sarankan sebaiknya 'pak ogah' kerja di sektor lain yang lebih aman dan sesuai keterampilan mereka," katanya.

Dishub Mataram NTB menyarankan agar "pak ogah" di Mataram mencari pekerjaan di sektor lain

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com NTB di Google News