Kasus Korupsi RSUD Lombok Utara: Wabup Lombok Utara Segera Dipanggil

ntb.jpnn.com, LOMBOK UTARA - Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto yang menjadi tersangka kasus korupsi proyek penambahan ruang IGD pada RSUD Lombok Utara akan segera dilakukan.
Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat Sungarpin mengatakan pemanggilan tersebut masih menunggu hasil audit kerugian negara.
"Belum kami panggil, 'kan hasil audit internal belum keluar, ya, itu nanti kami lihat hasil audit terbaru," kata Sungarpin di Mataram, Kamis (12/5).
Hal itu dikatakan Sungarpin ketika diminta keterangan perihal tanggapan Kejati NTB soal pernyataan Danny Karter yang siap penuhi panggilan penyidik jaksa.
Dari kasus ini, kata dia, seluruh tersangka, hanya Danny Karter yang belum menjalani pemeriksaan.
Danny Karter menjadi tersangka sejak penetapan penyidik jaksa di akhir September 2021.
Dalam kasus tersebut, Danny Karter menjadi tersangka bersama Direktur RSUD Lombok Utara berinisial SH, pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek berinisial HZ, pelaksana proyek dari PT Batara Guru Group MF, dan Direktur Konsultan Pengawas CV Indomulya Consultant berinisial LFH.
Penyidik jaksa menetapkan mereka sebagai tersangka dalam kapasitas ketika masih berperan sebagai pihak yang meminjam bendera konsultan pengawas CV Indo Mulya Consultant.
Terkait dengan perkembangan kasus korupsi di RSUD Lombok Utara: Wabup Lombok Utara Danny Karter segera dipanggil
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com NTB di Google News
BERITA TERKAIT
- Gili Matra Dipadati Turis, KKP Beri Kapal Patroli Baru, Gagah betul…
- Kementerian Awasi Ketat Gili Matra, Terjunkan Personel Gabungan
- Korupsi Pengadaan Bibit Sapi di Lombok Barat: Puluhan Saksi Beri Keterangan, Siap-siap Saja
- Kasus Korupsi Gedung Asrama Haji Lombok: 1 Tersangka Ditahan
- Lindungi Padang Lamun di Gili Trawangan, KKP Bongkar 18 Ayunan Ilegal
- Korupsi Kendaraan Dinas Disperindag Dompu, Kejari: Pengembalian Kerugian Tidak Hapus Pidana