Utang Piutang Gubernur NTB Simpang Siur, Ini Penemuan Kejati NTB
ntb.jpnn.com, MATARAM - Persoalan utang piutang Gubernur NTB Zulkieflimansyah masih dalam penanganan kejaksaan.
Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat Sungarpin mengungkapkan, bahwa pihaknya masih mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket).
"Iya, masih puldata (pengumpulan data), pulbaket," kata Sungarpin di Mataram, Jumat (22/7).
Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa pemeriksaan anggota DPRD Provinsi NTB Najamuddin Moestafa pada hari Selasa (19/7) menjadi serangkaian upaya kejaksaan dalam pengumpulan data dan bahan keterangan.
"Kami ini mengundang, masih ingin klarifikasi karena masih ada yang sumir. Sebatas wawancara saja," tuturnya.
Ia mengatakan, bahwa unggahan foto surat piutang Gubernur NTB yang tersebar luas hingga viral di media sosial tersebut menjadi alasan kejaksaan menangani persoalan tersebut.
"Saya ingin tahu karena beritanya simpang siur. Makanya, kejaksaan berkewajiban untuk mengetahui itu," katanya lagi.
Sebelumnya, Najamuddin Moestafa menyampaikan bahwa dirinya bertemu dengan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTB Ely Rahmawati, Selasa (19/7), perihal pemberian kuasa Gubernur NTB Zulkieflimansyah untuk mengambil dana Rp 1,45 miliar kepada Hadrian Irfani, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB NTB.
Soal utang piutang antara Gubernur NTB dan Ketua DPW PKB NTB masih simpang siur, ini penemuan Kejati NTB
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com NTB di Google News