Terdakwa Korupsi Proyek Dermaga Gili Air Divonis 6 Tahun Penjara, Dendanya Naik

Rabu, 06 Juli 2022 – 07:59 WIB
Terdakwa Korupsi Proyek Dermaga Gili Air Divonis 6 Tahun Penjara, Dendanya Naik - JPNN.com NTB
Terdakwa korupsi proyek dermaga Gili Air, Edi S. A. Rahman (kanan) berdiskusi dengan tim penasihat hukum dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Tipikor Mataram, NTB, Selasa (5/7/2022). ANTARA/Dhimas B.P.

Karena itu dalam uraian putusan, turut disampaikan bahwa terdakwa Edi S. A. Rahman yang berperan sebagai penerima kuasa dari Direktur PT Gelora Megah Sejahtera, Suwandi, dinyatakan sebagai pihak yang bertanggung jawab dari munculnya kerugian negara senilai Rp 782 juta.

Munculnya kerugian dari proyek pembangunan dermaga di kawasan wisata Gili Air pada Dinas Perhubungan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara, dengan nilai kontrak Rp 6,28 miliar itu dibuktikan dari kajian ahli konstruksi.

Ditemukan kurangnya volume pekerjaan dengan nilai pengganti kerugian senilai Rp 98,138 juta dan kelebihan pembayaran yang meliputi tiga item senilai Rp 684,238 juta.

Kemudian perihal angka uang pengganti yang dibebankan kepada terdakwa Edi senilai Rp 617,3 juta itu hasil pengurangan uang titipan dari tiga terdakwa lain, dengan nilai Rp 40 juta dari Suwandi, Rp 50 juta dari Slamet Waloejo, dan Rp 75 juta dari Luqmanul Hakim.

Usai membacakan putusan, Majelis Hakim dengan susunan I Ketut Somanasa sebagai ketua dan anggota Glorius Anggundoro dan Fadhli Hanra, memberikan kesempatan kepada penuntut umum dan terdakwa menggunakan waktu 7 hari untuk menentukan sikap. (antara/ket/jpnn)

Terdakwa kasus korupsi proyek dermaga di Gili Air divonis hukuman 6 tahun penjara, dendanya naik daripada tuntutan jaksa

Redaktur & Reporter : Ketut Efrata

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com NTB di Google News