Petani Lombok Tengah Mulai Garap Tembakau, Penuh Dilema

Selasa, 24 Mei 2022 – 15:18 WIB
Petani Lombok Tengah Mulai Garap Tembakau, Penuh Dilema - JPNN.com NTB
Tanaman tembakau milik petani di wilayah Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). ANTARA/Akhyar

ntb.jpnn.com, LOMBOK TENGAH - Sejumlah petani di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menanam tembakau setelah kondisi curah hujan mulai menurun.

"Sebagian petani kita saat ini telah mulai menanam tembakau," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Taufikurahman, Selasa (24/5).

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim kemarau basah ini akan berakhir pada Juni 2022.

Berdasarkan petunjuk tersebut, petani memanfaatkannya untuk melakukan penanaman lebih awal, mengingat tanaman tembakau tidak membutuhkan air terlalu banyak.

Menurut dia, kondisi air saat ini dipastikan aman untuk para petani melakukan penanaman tembakau.

"Kalau di masa pertumbuhan, kebutuhan air masih cukup," katanya.

Sementara itu, target luas lahan tanaman tembakau pada 2022 ini mencapai 7.000 hektare yang tersebar di Kecamatan Kopang, Janapria, Praya Timur, Pujut, dan Praya Barat.

Namun, kalau melihat dari data setiap tahunnya, maka rata-rata luas tanam tembakau di Lombok Tengah bisa mencapai 8.000 hektare.

Sejumlah petani di Lombok Tengah mulai menanam tembakau, penuh dilema karena dampak Covid-19

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com NTB di Google News