Akibat Pandemi, Pengembangan Desa Wisata di NTB Tak Maksimal

Sabtu, 30 April 2022 – 20:33 WIB
Akibat Pandemi, Pengembangan Desa Wisata di NTB Tak Maksimal  - JPNN.com NTB
Plang Nama Desa Wisata Ende Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) (ANTARA/Akhyar)

ntb.jpnn.com, MATARAM - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan, pengembangan desa wisata saat ini kurang maksimal karena terdampak pandemi Covid-19.

Untuk itu, pemerintah desa diharapkan maksimalkan anggaran untuk mengembangkan potensi desanya masing-masing.

"Tidak jarang keberadaan desa wisata ini tidak ada pengembangan. Sehingga desa diharapkan lebih memaksimalkan penganggaran terhadap pengembangannya," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Tengah Zaenal Mustakim.

Jumlah desa wisata di Lombok Tengah saat ini sebanyak 61 desa yang tersebar di berbagai kecamatan di daerah tersebut akan bersinergi dengan dinas pariwisata untuk mengembangkan desa wisata yang ada.

Dari sisi DPMD, pihaknya lebih fokus pada sisi penganggaran untuk pengembangan.

“Jadi, kami tentu akan memberikan desain yang ideal untuk pengembangan desa wisata, dan tentunya lebih pada sisi anggaran. Karena memang dalam hal pengembangan desa wisata ini harus ada suport juga dari sisi anggaran,” katanya.

Ia juga tidak menafikan bahwa selama ini memang tidak jarang keberadaan desa wisata kesannya hanya menunggu anggaran dari pusat.

Sehingga keberadaan nya cenderung hanya eksis saat dilakukan launching maka paradigma mendirikan desa wisata untuk mendapatkan bantuan dari pusat ini penting untuk di rubah dan diperlukan bagaimana perjuangan dari pihak desa dalam mengembangkan desa wisata ini.

Akibat pandemi Covid-19 beberapa tahun belakangan ini, pengembangan desa disata di NTB menjadi tidak maksimal
Facebook JPNN.com NTB Twitter JPNN.com NTB Pinterest JPNN.com NTB Linkedin JPNN.com NTB Flipboard JPNN.com NTB Line JPNN.com NTB JPNN.com NTB

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com NTB di Google News

TERPOPULER

PERIODE:   6 JAM 12 JAM 1 HARI 1 MINGGU

Maaf, saat ini data tidak tersedia