Natal di Arab Saudi DIrayakan dengan Leluasa

Meski demikian, banyak muslim di negeri kaya minyak itu meyakini Natal sebagai waktu untuk berbagi kebahagiaan bersama keluarga, tetangga, dan teman-teman.
“Sebagai muslim, kami memahami hari raya itu (Natal, red) bukan bagian dari agama kami, tetapi sebagai sebuah bangsa dengan banyak kebangsaan, kami libur dan merayakan hari raya mereka,” kata seorang perempuan Arab Saudi.
Seorang warga lainnya menyatakan Natal adalah tentang karunia pemberian.
“Itu adalah pesan umum, dan bukankah Alkitab mengatakan kasihilah sesamamu?” tuturnya.
Menurut dia, pesan ‘kasihilah sesamamu’ itu sama dengan ajaran dalam Islam.
“Ini adalah titik penghubung antaragama karena Islam menekankan untuk menghormati tetangga dan mencintai mereka seperti keluarga,” ucapnya.
Warga Arab Saudi yang tak mau disebut namanya itu mengatakan nilai tersebut ada di semua agama.
Menurut dia, Natal penuh warna. “Ini (Natal) menyenangkan dan merayakan di sini (Arab Saudi) bersama muslim dan umat Kristen adalah tanda kesalehan dan toleransi beragama,” tuturnya.
Arab Saudi makin nengedepankan toleransi, umat Kristen setempat mendapat keleluasaan merayakan Natal
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com NTB di Google News