Mengenal Peresean, Tradisi Suku Sasak untuk Panggil Hujan

Selasa, 19 April 2022 – 21:33 WIB
Mengenal Peresean, Tradisi Suku Sasak untuk Panggil Hujan - JPNN.com NTB
Pemain gendang peresean mengiringi para pepadu yang bertarung dalam peresean. Foto: NTB.Genpi.co

ntb.jpnn.com, MATARAM - Pertarungan para pepadu atau disebut Peresean adalah salah satu tradisi masyarakat suku Sasak.

Tradisi ini dipercaya bisa mendatangkan hujan.

Pepadu atau para pendekar yang berlaga merupakan terlatih cukup lama, dan memiliki kubu-kubu.

Di arena, pepadu dibekali penjalin atau rotan yang panjangnya kira-kira satu meter lebih, dan sebuah ende (tameng) yang terbuat dari kulit sapi.

Pepadu akan dinyatakan kalah jika menyerah atau mengeluarkan darah di bagian kepala (bocor).

Saat bertarung, para pepadu mendapat iringan musik tradisional, yang disebut gendang atau celilong.

Konon, masyarakat meyakini bahwa suara gendang bisa membuat para prajurit lebih berani untuk berkorban membela kerajaan.

Dengan demikian, gendang peresean diyakini dapat menjadikan pepadu memiliki keinginan kuat untuk bertarung.

Mari mengenal Peresean, sebuah tradisi masyarakat Suku Sasak bisa dilakukan untuk memanggil hujan
Facebook JPNN.com NTB Twitter JPNN.com NTB Pinterest JPNN.com NTB Linkedin JPNN.com NTB Flipboard JPNN.com NTB Line JPNN.com NTB JPNN.com NTB

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com NTB di Google News

TERPOPULER

PERIODE:   6 JAM 12 JAM 1 HARI 1 MINGGU

Maaf, saat ini data tidak tersedia