Bawa Sajam Saat Demo, Mahasiswa di Mataram Diancam 10 Tahun Penjara

Senin, 19 September 2022 – 21:15 WIB
Bawa Sajam Saat Demo, Mahasiswa di Mataram Diancam 10 Tahun Penjara - JPNN.com NTB
Tersangka I menunduk sedih saat konferensi pers di Polresta Mataram. Foto: Edi Suryansyah/Jpnn.com

Tidak disebutkan kampus mana asal Mahasiswa tersebut, namun berdasarkan dari penelusuran media ini, tersangka I merupakan mahasiswa semester 3  Universitas Muhammadiyah Mataram. 

Sajam jenis belati dengan pegangan warna merah itu dibawa pelaku I dari kampung halamannya, di Dusun Gusun, Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, NTB. 

"Pelaku membawa sajam itu karena kebiasaan membela diri di kampung halaman," ujar Mustofa. 

Atas perbuatannya itu, tersangka I diancam dengan pasal 2 Ayat (1) undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. 

"Kami kenakan pasal UU darurat atas kepemilikan senjata tajam saat menyuarakan pendapat di depan umum," ujarnya. (mcr38/jpnn) 

Kedapatan membawa senjata tajam saat melakukan aksi demo, seorang mahasiswa di Mataram terancam hukuman penjara

Redaktur : Ketut Efrata
Reporter : Edi Suryansyah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com NTB di Google News

TERPOPULER

PERIODE:   6 JAM 12 JAM 1 HARI 1 MINGGU

Maaf, saat ini data tidak tersedia