Wabah PMK Merebak di NTB, Pemkab Lombok Tengah Terapkan Isolasi Ternak

Minggu, 15 Mei 2022 – 09:01 WIB
Wabah PMK Merebak di NTB, Pemkab Lombok Tengah Terapkan Isolasi Ternak - JPNN.com NTB
Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Sabtu (14/5). ANTARA/Nur Imansyah

ntb.jpnn.com, LOMBOK TENGAH - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB, memberlakukan isolasi ternak dan membatasi peredaran sapi dan hewan ternak.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sudah merebak di beberapa wilayah di NTB.

"Isolasi ternak kita khususnya terhadap daerah yang sudah ditemukan kasus PMK, agar daerah yang belum terdampak tidak ikutan tertular," kata Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah, Sabtu (14/5) kemarin.

Ia mengatakan, saat ini Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah terus mengintensifkan penanganan, pemantauan, dan pencegahan terhadap daerah-daerah yang sudah terdampak PMK.

Bahkan, kata Nursiah, pemberian obat-obatan dan penyemprotan disinfektan guna mencegah penyebaran virus PMK ke hewan lainnya sudah dilakukan.

"Jadi, tim kami terus bergerak," ujarnya.

Menurut Nursiah, hingga saat ini belum diketahui asal PMK bisa sampai di Kabupaten Lombok Tengah, apakah masuk melalui penularan hewan ternak atau ada penyebab lainnya.

"Sumber penularannya belum diketahui dari mana karena sedang dilakukan penyelidikan. Kemungkinan ada masuk daerah lain, ini juga belum dapat dipastikan," katanya.

Wabah PMK pada ternak sedang merebak di wilayah NTB, Pemkab Lombok Tengah anisipasi dengan menerapkan isolasi ternak
Facebook JPNN.com NTB Twitter JPNN.com NTB Pinterest JPNN.com NTB Linkedin JPNN.com NTB Flipboard JPNN.com NTB Line JPNN.com NTB JPNN.com NTB

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com NTB di Google News

TERPOPULER

PERIODE:   6 JAM 12 JAM 1 HARI 1 MINGGU

Maaf, saat ini data tidak tersedia