Bulog NTB Gelontorkan Rp 614 Miliar, Target Masih Jauh

Jumat, 23 September 2022 – 09:33 WIB
Bulog NTB Gelontorkan Rp 614 Miliar, Target Masih Jauh - JPNN.com NTB
Pimpinan Wilayah Bulog NTB Abdul Muis Sayyed Ali, mengecek stok beras di salah satu gudangnya. ANTARA/HO-Bulog

ntb.jpnn.com, MATARAM - Perum Bulog Nusa Tenggara Barat sudah menggelontorkan dana Rp 614 miliar sampai pada September untuk membeli beras sebanyak 73.988 ton.

Jumlah ini mewakili 65,71 persen dari target 112.600 ton pada 2022.

Pimpinan Wilayah Bulog NTB Abdul Muis Sayyed Ali menyebutkan, dana pembelian beras dan gabah petani yang mencapai ratusan miliar rupiah tersebut berputar di 10 kabupaten/kota di NTB, khususnya sentra produksi padi terbesar seperti di Kabupaten Sumbawa, Lombok Timur dan Lombok Tengah.

"Kami membeli gabah dengan harga Rp 5.300 per kilogram (kg), sedangkan beras Rp 8.300/kg. Itu sesuai harga pembelian pemerintah (HPP)," katanya.

Bulog NTB, kata dia, masih harus mengeluarkan dana yang diperkirakan mencapai Rp 339,78 miliar untuk membeli beras petani sebanyak 38.612 ton agar target penyerapan beras sebanyak 112.600 ton hingga akhir 2022 bisa terealisasi.

Estimasi anggaran yang dikeluarkan mengacu pada harga pembelian beras dan gabah dengan mekanisme fleksibilitas, yaitu gabah kering giling senilai Rp 5.600/kg, dan beras senilai Rp 8.800/kg.

Harga fleksibilitas tersebut berlaku hingga November 2022.

Abdul mengatakan harga fleksibilitas tersebut berdasarkan arahan Direksi Bulog, dalam rangka menyikapi kondisi sekarang untuk memperkuat stok.

Bulog NTB sudah gelontorkan dana Rp 614 miliar untuk membeli beras petani, namun demikian target untuk tahun ini belum tercapai

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com NTB di Google News